Speech Delay: Kenali Sebab dan Cara Mengatasi Keterlambatan Berbicara pada Si Kecil
Oleh: Ikhlasul Hada Muhammad, Najwa Jauza Fathiyyah,
Rifa Naila Fathimah, Anggita Karim, Wasikoh
Kata kunci: penyebab, cara, speech delay
Pemerolehan dan perkembangan bahasa pada anak merupakan satu hal yang penting yang harus diperhatikan, tak sedikit dari orang tua yang kurang memberi perhatian terhadap masalah ini sehingga tak sedikit pula muncul gangguan pada proses perkembangan bahasa pada anak. Salah satu contoh dari masalah gangguan tersebut adalah speech delay. Seperti kisah dari salah satu artis ternama di Indonesia, Ria Ricis, yang bercerita bahwa putrinya, Moana, mengalami keterlambatan bicara diusia hampir 2 tahun 22 bulan. Setelah mendatangi beberapa dokter anak, Moana didiagnosis mengalami speech delay dan ADHD yang ternyata salah satu penyebabnya ialah karena ia terlalu banyak diberi mainan. Oleh karena itu Ria Ricis mulai meminimalisir penggunaan mainan dan memperbanyak stimulus kepada putrinya, Moana, untuk melatih fokus dan lebih banyak melakukan aktvitas berbicara. Kabarnya setelah menerapkan hal tersebut, kini Moana sudah lebih aktif dan mampu mengucap lebih banyak kata.
Fenomena speech delay ini tak hanya ditemui pada anak usia dini saja, tak jarang ditemui siswa SD yang juga mengalami keterlambatan berbicara karena seorang anak dikatakan terlambat berbicara jika tingkat bahasanya lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya dan hendaknya semua orangtua menyadari hal ini. Dalam kasus ini anak yang mengalami speech delay mengalami beberapa masalah dalam besosialisasi, diantaranya sangat aktif, sulit berkonsentrasi, sulit mengatur emosi, tidak terampil bersosialisasi, sulit menemukan kata-kata yang ingin diucapkan, kekurangan daftar kosa kata dan kesulitan pemahaman bacaan, sulit menyusun kalimat dan gramatika, tidak terampil bercerita, sulit menghafal, bermasalah pada konsep diri dan rasa percaya diri, pelamun dan takut sebelum maju perang (Hidayat, 2022).
Masalah speech delay ini merupakan hal serius yang harus dihadapi. Di Indonesia sendiri prevalensi keterlambatan bicara pada anak prasekolah adalah antara 5%-10%. Untuk itu disini kita diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai sebab dan cara mengatasi gangguan pada perkembangan bahasa ini, yang mana diharapkan artikel ini mampu membantu kita agar lebih waspada dan lebih memperhatikan perkembangan bahasa si buah hati. Selain itu, kita juga bisa memberikan penanganan yang tepat kepada si kecil apabila dirasa memiliki gejala speech delay.
Kemampuan berbicara seorang anak sangat penting untuk perkembangannya. Ketika anak mampu berbicara dengan baik, maka ia mampu mengungkapkan perasaan, pikiran, dan emosinya antara dirinya dengan lingkungannya. Dalam psikologi pendidikan perkembangan bahasa dipandang sebagai salah satu aspek penting dari proses belajar dan komunikasi anak Namun, pada saat ini tak sedikit ditemui kasus keterlambatan bicara pada anak atau yang biasa disebut dengan speech delay. Speech delay adalah kondisi di mana seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan berbicara dibandingkan anak seusianya. Anak mungkin kesulitan mengucapkan kata, membentuk kalimat, atau memahami bahasa. Dalam hal ini psikologi pendidikan membantu memahami bagaimana mendukung perkembangan mereka secara optimal dan membantu memahami bagaimana anak-anak dengan keterlambatan bicara dapat diberdayakan untuk mencapai potensi maksimal dalam pembelajaran dan komunikasi.
Banyak penelitian yang mengatakan bahwa keterlambatan dan gangguan bicara bisa terjadi karena beberapa faktor. Para pakar bahasa sepakat bahwa terdapat faktor internal dan eksternal dari speech delay ini. Faktor internal bisa berasal dari genetik, latar belakang keluarga yang mungkin memiliki riwayat speech delay, autism, dan lahir prematur. Faktor eksternal yang memungkinkan terjadinya hal ini ialah pola asuh orang tua yang salah dan kurang memberi stimulus pada anak (Angareni, R. dkk, 2024)
Beberapa cara atau tips yang bisa dilakukan ketika anak mengalami keterlambatan berbicara ialah dengan melakukan konsultasi ke dokter anak atau psikolog, memberikan kesempatan anak untuk berinterkasi dan bermain,melatih anak berbicara dengan benar, pelan dan berulang-ulang, selalu memperhatikan tata bahasa pada saat anak berbicara, selalu melibatkan anak berbicara pada setiap keadaan dengan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru.
Menurut hasil penelitian Jannah, R (2024) yang dilakukan pada Maret - Juli 2024 dengan 3 partisipan yang terindikasi speech delay, orang tua mereka melakukan beberapa upaya seperti sering mengajak komunikasi, melakukan konsultasi kepada tenaga medis, merubah pola asuh dengan mengasah tingkat fokus mereka mampu membantu proses perkembangan bahasa kepada 3 anak tersebut. Yang mana upaya-upaya diatas memang sudah dinilai mampu mendorong kemampuan berbicara anak. Dibalik itu metode dan strategi tersebut pastinya memiliki tantangan dan kekurangannya, diantaranya tantangannya ialah, anak akan lebih mudah tantrum dimana hal ini membutuhkan kesabaran yang extra untuk orang tua bahkan guru nantinya. Juga metode ini akan memakan waktu yang mungkin lama, dan membutuhkan bantuan dari tenaga profesional dan mahir di bidangnya.
Jadi, speech delay bukanlah yang bisa dianggap remeh karena hal tersebut berpengaruh terhadap proses belajar dan sosialisasi anak. Keterlambatan berbicara pada anak ini harus mendapat perhatian besar terutama bagi orang tua. Kita harus lebih waspada dan berhati hati terhadap faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya speech delay. Dan terapkan beberapa cara diatas jika dirasa telah terjadi gejala speech delay pada anak, agar perkembangan bahasa anak bisa lebih baik. Mari perbaiki perkembangan bahasa pada anak menuju generasi Indonesia Emas.
Post a Comment